Rabu, 08 Februari 2017

Perjalanan Dua Tanah Haram (1)




Madina

 
      Alhamdulillah, Januari 2014 silam, aku diberi berkah yang gak disangka-sangka, aku mendapat kesempatan untuk melaksanakan perjalanan spiritual, umroh perdana, sendiri tanpa dampingan ortu maupun saudara.

     Setelah menempuh perjalanan selama 9 jam, akhirnya tiba di Madinah menjelang subuh. Abis check-in di Hotel Majedi, langsung sholat subuh perdana di Mesjid Nabawi. Menginjakkan kaki dan sholat di Mesjid "Nabi Muhammad SAW" hatiku sangat bahagia, haru, tenang, sejuk.... 

      Sesudah sholat aku tidak langsung ke hotel, tapi langsung ke Baqi, tempat pemakaman para sahabat Nabi, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, termasuk Syekh Muhammad Seman Al-Madani (penjaga makam Rasulullah) dan Sayyidatina Siti Fatimah Az-Zahra (putri Rasulullah).



(Baqi 1. Sebelah selatan Nabawi)


(Baqi 2. Banyak dipenuhi penziarah dari Iran dan Irak, kaum syiah)
 

( Baqi 3. Pasar kaget juga ada. Hehehe...)



(Baqi 4. Aku diantara para penziarah dan pedagang) 

***

 RAUDHAH 
(Taman Surga)


(Pintu Nabawi)



       Mesjid Nabawi memiliki banyak pintu, khusus wanita hendak ke Raudhah melalui pintu 25.

Sholat di Raudhah (untuk wanita) agak lebih kecil ruangannya dibandingkan ruangan khusus laki-laki, karena itulah masuk ke tempat suci ini berdesak-desakkan, sehingga untuk masuk ke sana harus bergiliran. Penjaga wanita membagi jama'ah berdasarkan asalnya. Indonesia-Malaysia-Singapura-Brunei disebut Melayu.

Akses ke Raudhah dibagi 3; pagi pukul 08.00, siang (abis zuhur) dan malam (sesudah isya). Aku lebih menyukai malam hari, karena waktunya bisa lebih lama (untuk sholat dan berdoa).
 

( Menunggu di dalam Nabawi menuju Raudhah, sesaat sebelum dibuka oleh penjaga )




Jama'ah wanita bergiliran masuk ke Raudhah.

Ibn Hajar Al-Asqalani dan Imam Nawawi mengatakan bahawa di situ ( Raudhah) tempat seharusnya diperbanyakkan doa.

Sambil menunggu giliran, sebaiknya bertawasul terlebih dahulu kepada Rasulullah SAW, Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq dan Sayyidina Umar bin Khattab.

Karpet di Raudhah berwarna hijau*



       Makam Rasulullah SAW ditempatkan di dalam sebuah kawasan yang mempunyai kubah berwarna hijau di dalam kawasan Raudhah di sisi makam Nabi SAW terdapat makam dua sahabat karib baginda yaitu Khalifah Abu Bakar As-Siddiq r.a and Khalifah Umar al-Khattab r.a



Sore Di Luar Nabawi


       


         Madinah selalu ramai oleh jama'ah baik yang ingin beribadah maupun juga oleh para pedagang kaki lima. Biasanya mereka membuka lapak dagangannya setiap waktu mau sholat dan sesudah sholat.  Saat sholat tiba mereka akan menutup dagangannya. Jama'ah biasanya berbelanja ketika pulang dari mesjid. 


( Pedagang kayu siwak)

(Beraneka ragam oleh-oleh bisa dibeli, salah satunya coklat, harganya murah lho... )


Kita juga bisa membeli makanan burung. Memberi makan burung adalah hal yang biasa dilakukan para jama'ah saat berkunjung ke sana. Aku sih suka banget, menyenangkan.... itung-itung sedekah sama burung, siapa tahu bisa bolak-balik umroh ya.... amiiin


( Imigran asal Sudan bersama putranya)




(Jam Madinah)



Budaya Arab, budaya makan bersama, satu nasi dan lauk pauk disantap bareng-bareng. Hehehe...
Mmm.... yummi!



 
Mecca




Sama seperti kota-kota lain di belahan bumi ini, Mecca juga termasuk kota yang padat, ramai, tidak pernah tidur, terutama selalu dipadati oleh para jama'ah umroh dan haji tiap tahunnya.

Macet juga pemandangan umum di Mecca, khususnya di kawasan hotel/penginapan, banyak pejalan kaki yang umumnya jama'ah umroh/haji.


(Pintu King Abdul Aziz atau pintu utama Masjidil Haram)


( Pintu Ka'bah)



         Ka'bah, kiblat seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia yang tidak pernah sepi dari umat yang melakukan tawaf.

(Di depan Ka'bah, sholat dua rakaat di rukun Yamani)







( Meski di kota Mecca, tetap aja ada pengemis, hehehe...)




 































Senin, 06 Februari 2017



"........ Jangan sekali-kali menganggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar penglihatanmu setajam mata elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa, pendengaranmu dapat menangkap musik dan ratap tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput...  Maka untuk beroleh paham akan perihal itu, SEORANG TERPELAJAR DITUNTUT BISA BERLAKU ADIL SUDAH SEJAK DALAM PIKIRANNYA."

 (Pramoedya Ananta Toer)




Selamat panjang usia Om Pram, hari ini 92 tahun lalu engkau dilahirkan
Pemikiran dan karya2 Pramoedya ananta toer tetap ada dalam pikiranku, selalu jadi pikiran, renungan dan inspirasi.